17fireflies: Tuhan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

emosi + ambisi = memiliki?

Dalam kehidupan Tuhan aku menunduk
Mengharap sebuah keindahan dari ujung kakiNya

Saat itu terlihat sesosok wanita kecil menari
Diantara sela-sela Tuhan dan bumi, dia berdiri
Menggerakan jemarinya yang kecil
Mengikuti hentakan nafas kehidupan bumi

Semakin cepat tempo yang Tuhan beri
Alunan emosi seakan menguasai diri
Hanya dirinya sendiri.. gerakannya sendiri..
Memberikan emosi tersendiri
Yang menghidupkan ambisi diriku
Dari sisi mata dan hati
Ingin ku miliki emosimu yang akan terkendali

27 mei 2006 terindah!!!

masih terbayang jelas..
ketika tangannya melingkar di tubuhku
jemari lembutnya membelai punggungku
rintih suaranya menenangkan kegelisahanku

saat itu 27 mei 2006..
ketika Tuhan mempermainkan kami..
dengan gemasnya dia mengembalikan kaki kami,
dan tak peduli kepalaku mengijak bumi

kejadian itu tak kan terlupa hingga detik ini
saat itu kami merasa benar-benar takut
ketika nyawa kami di obok Tuhan
dengan arah yang tak beraturan..

tapi disitu ada hal terindah dalam hidupku..
ini serius itu hal terindah..
ketika saat itu seorang pemimpin hidupku
benar-benar menjaga nyawaku..
dia membetengi tubuhku dengan badannya
dan dia menempelkan nyawanya kediriku..
aku yang tak tau harus mencari mana jalan surga,
hanya bisa berteriak sembari berada dipeluknya..

dan itu jelas hal terindah!

inspirasi : kejadian gempa jogja

Sang AGUNG "C"

diberikan dari tangan Sang AGUNG
bukan dengan tangan kanan ku gapai
tapi dengan tangan kiri ku tolak..

sejak saat itu penyesalan berawal..
ketika banyak batu indah ku cari dan ku ambil
begitu pula ku buang..
semua kulakukan dengan tangan kanan

kini pemberian itu hanya jadi harapan
dan masih berada dibawah angan dan mimpi
semoga Sang AGUNG memberikan dia lagi...

perhiasan indah yang telah dipakai pemiliknya..                                                             C



Panasnya mendung

Melihat betapa panasnya mendung ini
Sangat terasa seakan Tuhan bimbang menggambarkannya

Bimbang dan emosi ...
Mungkin itu maksutku menceritakan ke Tuhan
Bagaimana tidak jika seorang yang melangkah bingung
Karena berada dibelakang musuhnya
Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu..

Dia menunggu bagaimana Tuhan memberi kepastian
Dan menunjukan "inilah jalanmu"
Karna Tuhan tak lagi memberi pilihan antara "ini" dan "itu"